RUMPUT LAUT R erumputan yang melambai-lambai dan menari indah di luasnya hamparan laut biru. U nik, cantik, penuh warna, demikianlah dirimu, rumput laut. Hijau, putih, kuning, cokelat, M erah, itulah kelebihan rupamu. Kandungan yang kau miliki P as sekali ‘tuk dikonsumsi kami para manusia, tanpa pandang U sia. Meski nyatanya keberadaanmu yang seolah susah ‘tuk dijangkau, T erlebih di daerah jauh dari kepulauan. Namun, inilah anugerah yang Maha Cinta berikan L angsung kepada negeri dengan keanekaragamannya. Sudah sepantasnya kita, A mbil peran, lakukan pelestarian sebagai U ngkapan syukur atas limpahan nikmat dan berkah-Nya. Dan T eruslah menjaga agar kelak anak-cucu kita dapat merasakan kenikmatannya pula. (dokumen pribadi)
Unknown, May 2017 Cinta Pandang Pertama Oleh : EKA SEPTIANI DEWI Tak begitu peka terhadap sekitar Membuat penglihatan terfokus hanya searah Di luar dugaan ternyata Toh. . aku menemukannya Tak ku sangka seketika Ku mulai menyukainya Entah mengapa Aku pun tak kuasa Mencari tahu datang darimana Hanya seketika Ku mulai mencinta Tak kuasa ku menguangkapnya Aneh rasanya Bila ia mengetahuinya